Profil Pengasuh

Pondok Pesantren Daarul Abroor Lebak Wangi

KH. Badrul Khotim

Biografi KH. Badrul Khotim

KH. Badrul Khotim lahir di Tangerang pada tanggal 23 Februari 1978. Beliau merupakan anak kelima putra bungsu dari pasangan KH. Hanafi dan Umi Hj. Ulfah. Sejak kecil, beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang religius dan syarat dengan nilai-nilai keislaman. Pendidikan agama serta pembinaan akhlak telah ditanamkan oleh kedua orang tuanya sejak dini, terutama oleh ayahanda tercinta, KH. Hanafi bin H. Abdurrahman, yang menjadi guru sekaligus pembimbing utama dalam perjalanan hidup dan perjuangannya.

Jejak Pendidikan

Perjalanan pendidikan beliau ditempuh di berbagai pesantren ternama. Pendidikan formal kepesantrenan dimulai di Pondok Pesantren Raudhatusalam Cimone di bawah bimbingan Abuya KH. Abdul Mu’ti selama kurang lebih tiga tahun. Setelah itu, beliau melanjutkan talaqqi dan berguru kepada ulama kharismatik, yaitu Abuya Dimyati di Cidahu, serta kepada putra beliau, Abuya Murtadho Cidahu Pandeglang.

Selanjutnya, beliau menimba ilmu di Pondok Pesantren Cipasung yang dipimpin oleh Abah KH. Ilyas Ruhiyat selama kurang lebih lima tahun. Setelah itu, beliau kembali memperdalam ilmu secara langsung di bawah asuhan ayahandanya sendiri, KH. Hanafi bin H. Abdurrahman. Rangkaian perjalanan pendidikan tersebut membentuk karakter keilmuan beliau yang kuat dalam bidang agama.

Kehidupan Keluarga

Dalam kehidupan rumah tangga, KH. Badrul Khotim merupakan suami tercinta dari Umi Hj. Siti Hannah, putri pertama dari pasangan Abah Haji Muhammad Soleh dan Hj. Bariyah. Kehidupan keluarga beliau menjadi pondasi kuat dalam mendukung perjuangan dakwah dan pengabdian beliau kepada umat.

KH. Badrul Khotim dan Keluarga

Pengabdian untuk Umat

Pada usia 25 tahun, KH. Badrul Khotim mulai aktif berdakwah di tengah masyarakat. Dengan penuh keikhlasan dan istiqamah, beliau telah mengabdikan diri dalam dunia dakwah selama kurang lebih 26 tahun. Ceramah-ceramah beliau dikenal menyejukkan, tegas dalam prinsip, namun tetap penuh hikmah dan kelembutan.

Memasuki usia 40 tahun, tepatnya pada tahun 2016, beliau mulai merintis pembangunan sebuah pondok pesantren sebagai wadah pembinaan generasi muda Islam. Pondok tersebut mulai beroperasi secara resmi pada tahun 2018 dengan nama Pondok Pesantren Daarul Abroor. Di bawah kepemimpinan beliau sebagai pendiri sekaligus pimpinan, pesantren ini berkembang menjadi pusat pendidikan dan dakwah yang berkomitmen mencetak santri yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.


"Dedikasi, ketekunan, dan keikhlasan KH. Badrul Khotim dalam menuntut ilmu serta berdakwah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Perjalanan hidup beliau mencerminkan semangat perjuangan seorang ulama yang mengabdikan diri sepenuhnya untuk syiar Islam dan pembinaan umat."